Mischa Cedera – Oh no …….

Jadi ceritanya, di sekolah katya beberapa hari yang lalu terjadi sebuah peristiwa, pastinya bukan peristiwa Malin menjadi batu karena Malin gak satu sekolah sama Katya. Jadi di saat pulang sekolah, saat murid-murid berhamburan ceria karna bisa pulang dan main di rumah (ini asumsi sih, mengutip pengalaman pribadi dulu kalau pulang sekolah), ada dua anak yang berlari saling mendekat dengan kecepatan masing-masing 5 km/jam. Jika jarak antara keduanya adalah 50 meter maka berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mereka saling bertemu? Oh no … kan jadi kebayang jaman muda masih try out menjelang SPMB.

Nah jadi dua anak ini, yang lagi ceria berlari kesana kesini, somehow tiba-tiba bertabrakan. Parahnya lagi, salahsatunya bawa semacam flute yang menghantam hidung si korban. Patahlah hidungnya dengan darah berhamburan, bikin ibu-ibu yang lagi jemput anak-anak histeris teriak-teriak.

Yah tapi setelah beberapa hari, dan banyak diskusi sini sana, kepala sekolah Katya bilang, “pengalaman saya, namanya anak-anak ini kecelakaan bisa apa aja dan dimana aja sih, susah untuk dihindari.” 

Nah beberapa hari setelah kejadian itu, pagi-pagi di kantor saya dapet whatsapp dari Reti.

“Aku harus ke dokter nih.”

Wih jangan-jangan Mischa udah mau punya adek lagi.

Tuing … muncullah gambar Mischa yang tangannya dibebat. Dan ternyata dia kejepit pintu di sekolahnya. Nononono. Bayangin aja pintu di sini bahannya besi, dengan kaca tebel lapis dua biar sound proof dan anget, dan pintu segede gaban seberat gajah ini kena jari kecil Mischa …

Langsung lah saya pulang, kita ke klinik seperti layaknya prosedur penanganan biasa disini. Nunggu beberapa saat, akhirnya diperiksa juga sama dokter umum di klinik. Dan setelah liat, langsung di rujuk ke dokter spesialis tangan – gawat juga ini kayaknya.

Sampe dokter spesialis anak akhirnya ditanganin sama ahlinya, jadi lega dan tenang sih. Mischanya juga kalem jadi ngurangin panik juga.

Walau ternyata dagingnya rusak, dan batasnya tipis buat harus di operasi, tapi ternyata Mischa bisa recover dengan cepet, jadi sekarang sudah on progress dan gak perlu operasi tangannya. Tapi kukunya copot sih. Doain ya semoga cepat recovery-nya.

Dan buat bapak, ibu, kakak, adik semua, yang di rumahnya ada bayi atau anak kecil. Hati-hati ya sama kasus kejepit, atau bahasa kerennya waspada terhadap bahaya pinch point di rumah. Bisa di browse sih apa aja yang bisa dilakukan, yang salahsatunya beli protector yang bikin sudut-sudut ini ketahan jadi anak-anak gak bakal kejepit. Lumayan buat ngurangin resiko kecelakaan di rumah.


Sama satu lagi mungkin lebih diperdalam juga belajar gerakan lurus berubah beraturan, jadi kalo ada kasus kayak temen Katya ini, kita bisa langsung memperkirakan berapa besar perlambatan yang dibutuhkan agar si anak bisa berhenti sebelum menabrak temannya yang berdiri 50 meter di hadapannya hihihi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s