Milestone Achieved: Berenang!


Katya bukan anak yang terlalu suka sama yang namanya olahraga, misalnya kalau ngobrol-ngobrol dia beberapa kali cerita bahwa dia gak suka lari-lari, karna bikin dia capek. Kalau weekend juga di banyak kesempatan, dia lebih sering minta buat di rumah, main barbie (yang never ending ceritanya bisa di bikin dari a sampai z) atau sekedar gambar-gambar sambil mewarna, yang emang hobinya.

Tapi dia suka banget yang namanya berenang, atau mungkin lebih tepatnya main air, karna sampai pagi tadi statusnya Katya kalau ke kolam renang masih berendam pakai ban tangan. Walaupun sebenernya dari umur 2 tahun dia udah bisa menyelam, yang ajaibnya belajar sendiri waktu itu – inspired by ikan lumba-lumba, beberapa hari setelah dia diajak nonton lumba-lumba di Ancol.

Kolam renangnya sendiri disini indoor, dan menarik sih karna banyak patung dinosaurus segede gabannya. Airnya juga lumayan di angetin sampai ke suhu ruangan, gak suhu asli di luar yang 2 atau 3 derajat (yang bikin kangen sama matahari indah dan rupawan di Bali).

Setelah beberapa sesi kecipak kecipuk, hari ini Katya nyoba pelampung yang bentuknya sedotan besar dari busa (apa ini istilahnya ya?). Inilah pertama kalinya dia mau coba lepas ban tangannya buat pakai pelampung yang lain bentuknya. Beberapa kali jalan, kayaknya dia pede, dan lepas si sedotan busanya, dan langsung berenang sendiri! Wow! Ini keajaiban alam.

 


Walau awalnya takut-takut, sempet mogok karna ada air ketelen, tapi sampai dua jam kemudian dia udah gak pake pelampung lagi. Semua sisa waktu berenangnya dipake buat bener-bener latihan sendiri. Dan semangat banget!

“Papa coba papa disini, aku menyelam dari sana”

“Mama ayo balapan!”

“Papa aku ke mana lagi ya berenangnya yang bisa jauh”

Keren abis. Dan karna papanya juga gak tipe yang percaya semua itu harus diajarin teorinya, dan semua harus bener ngikutin ajaran dari satu sumber cuma tinggal nyemangatin, ngasih clue (bagus kalo dia mau ikutin, tapi gak juga gapapa nanti bisa sendiri), plus dokumentasiin aja.

Tapi on a serious note, kayaknya metode ini lumayan efektif setidaknya buat Katya, jadi emang positioningnya bukan orang tua jadi teacher, tapi lebih jadi coach. Bukan ngajarin dari a sampai z, atau masukin dia ke tempat les buat belajar terstruktur dalam satu bidang, tapi lebih ke bantuin dia nemuin caranya sendiri bisa melakukan sesuatu, paling di support sama cerita, diskusi, motivasi, plus jagain dari belakang pas dia nyoba belajar sesuatu, gagalnya gak bahaya (kayak kasus ini, jagain biar gak tenggelam aja, intervene kalo emang dibutuhkan).

Well done Katya! Suatu hari kalau emang Katya suka, mudah-mudahan bisa bawa merah putih di olimpiade 2036, atau di PON, atau di Porseni, atau ngajarin anak-anak lain buat bisa berenang juga udah oke banget sih.

Ps: foto yang paling atas Katya umur 2 tahun kayaknya, out of stock foto berenangnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s