Bermain Musik bersama Balita

Kayaknya hampir gak ada orang yang gak suka sama yang namanya musik, termasuk juga anak-anak balita kayak Katya (yang umurnya hampir 3 tahun tanggal 21 Mei nanti). Di umurnya ini dia udah ngerti yang namanya nada, kadang juga bikin lagu ciptaan sendiri pake irama lagu yang ada – misalnya kasus terakhir katanya di sekolah gurunya denger dia bikin lagu tentang “Memakai Sepatu” pakai irama lagu yang common kayak misalnya lagu Kereta Api.

Kadang-kadang dia malah udah mulai imitating papanya kalau lagi main instrumen kayak Gitar. Katya punya ukulelenya sendiri dan amazingly udah lentur tangannya buat bisa genjreng ukulelenya dengan lumayan bagus lho. Sampe papanya gatel pengen ajarin dia bisa pegang fret ukulelenya biar sekalian bisa main chord hihi, tapi emang belum bisa bagian yang megang fret ini.

Musik dipanggil sebagai “a rich sensory environment” – yang pasti banyak juga manfaatnya kalau dikenalkan sejak usia dini ke anak-anak. Berikut coba saya rangkum beberapa hasil penelusuran saya dari artikel yang ada ya.

Yang pertama musik membuat otak anak terkoneksi untuk melakukan beberapa kegiatan sekaligus, sambil nyanyi, mereka juga sekaligus jentik jari, atau pukul meja sambil mengikuti irama. Lebih seru lagi kalau isi musiknya juga di modifikasi sedikit (atau banyak juga gapapa sih) jadi si anak bisa ngasih reaksi yang lebih spesifik misalnya lagu klasik semi wajib “Kalau kau suka kaki injak bumi …”

Nah buat yang mau ajak anak belajar, musik juga salahsatu sarana yang paling menyenangkan plus mudah diingat. Tinggal ganti lirik musiknya pakai apa yang pengen kita minta si anak buat hafalin. Entah kenapa tapi emang musik ini lebih gampang dihafal daripada kata-kata biasa, kasus ekstrimnya Katya hafal beberapa lagu Sunda, tanpa tahu artinya, karna sering denger di CD Elfa’s Singer di mobil. Katya juga bisa hafal huruf, pertamanya karna hafal lagu A,B,C dari jaman dia suka Elmo Loves ABCs dulu umur satu tahunan.

Buat yang mau ajarin anaknya instrumen, kayaknya umur dibawah 4 tahun belum bisa yang terlalu serius sih. Kalo menurut artikel, instrumen yang bisa dicoba itu yang digoyang-goyang kayak marakas, tamborin, atau yang dipukul kayak drum atau cajun. Tapi kemaren sih lihat di sekolah yamaha kayaknya umur 4 tahun udah bisa mulai diajarin piano. Ah buat yang di Jakarta udah banyak sekolah yamaha yang buka juga buat anak umur dari 2 tahun tapi mungkin masih seru-seruan aja sih nyanyi bareng sambil pengenalan alat musik.

Yang pasti, musik harus jadi kegiatan yang menyenangkan buat si anak – bukan buat mama papanya hihi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s