Pengaruh Musik dalam Perkembangan Balita

Halo semua, rasanya sudah agak lama saya tidak mengunjungi blog karena kesibukan yang lumayan di dunia kerja. Maklum lah namanya juga kuli, kerjaan kadang datang tanpa diundang dan mengalir deras kayak sungai Ciliwung – apalagi di akhir bulan 🙂

Dalam kesempatan ini saya ingin sedikit mengupas tentang dan perkembangan balita. Well, karena saya sendiri bukan lulusan psikologi atau neuro-related-science, jadi mungkin yang banyak dibahas disini adalah observasi saya terhadap Katya (anak saya, yang sekarang berumur dua tahun), plus beberapa data sekunder yang saya dapat dari beberapa sumber di dunia maya.

Katya, suka sekali menyanyi, kalau teman-teman lihat beberapa posting lain di blog ini, pasti akan ada beberapa video singkat nyanyian-nyanyian si bocah yang baru dibeliin mamanya microphone sebagai hadiah ulang tahun nya Mei kemarin. Secara pribadi saya sampai sejauh ini, melihat hobinya untuk bernyanyi ini, yang cukup intens hampir setiap hari, termasuk untuk nonton video-video klip di DVD, relatif tidak ada sisi negatifnya sih.

Sisi positifnya justru banyak. Pertama, Katya yang dari kecil sering dengar lagu ABC Elmo dari software di iPad (dalam waktu yang paling 2-3 kali per hari, itu pun karna dia suka ya bukan dipaksa), di usia 18 bulan-an sudah hafal sebagian besar huruf. Selain itu, sambil nyanyi banyak juga kata-kata baru yang dia pelajari dan jadi tau, walaupun pasti bukan jadi satu-satunya faktor, tapi saya rasa ini membantu Katya juga sampai dia lancar bicara sebelum umur 2 tahun (observasi pribadi dibanding anak seumurannya). Yang ketiga, dengan dia nyanyi-nyanyi, hobi bapaknya untuk mengiringi sama bikin video juga bisa tersalurkan haha.

Sekarang coba kita lihat dari sisi akademisnya ya, yang pertama ini saya kutip dari websitenya sahabatnestle.com. Musik seringkali dikaitkan dengan gelombang otak, dimana menurut beberapa ahli, otak akan mudah menyerap ilmu ketika berada dalam gelombang alfa. Gelombang alfa sendiri artinya kondisi yang rileks, yang bisa dicapai salahsatunya dengan meditasi, dan pendapat-pendapat ahli tersebut mengatakan bahwa mendengarkan musik sangat membantu dalam menciptakan kondisi gelombang alfa tersebut.

Walau begitu berdasarkan voaindonesia.com – sebetulnya salah juga kalau kita berharap dengan anak belajar musik otomatis tingkat intelegensia anak akan menjadi lebih tinggi – sebuah pendapat yang beberapa tahun lalu banyak saya dengar juga dan konon dipercaya oleh sekitar 80% orang Amerika.

Pendapat lain yang kondisinya sekarang masih jadi pertanyaan besar adalah pernyataan bahwa bayi yang didengarkan musik klasik ketika dalam kandungan menjadi lebih pintar – yang menurut istri saya yang psikolog, riset yang dilakukan tidak valid untuk men-support kesimpulan satu itu.

Yah terlepas dari pendapat-pendapat dan riset-riset diatas, musik tetap jadi suatu kegiatan yang mengasyikkan sih kalau buat saya dan sepertinya buat Katya. Kalaupun gak bikin lebih pintar, at least kegiatan ini yang bisa menghadirkan kedekatan dan keceriaan di keluarga kecil kami.

Sebagai bukti, saya lampirkan satu klip terbaru Katya – yang sengaja lagu-lagunya agak lawas karena ikut selara bapak ibunya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s