Berapa Sih Margin Bisnis Pop Corn?

Image

Hari ini di Indonesia pasti hari yang menyenangkan untuk sebagian besar penduduk, khususnya yang masih statusnya ‘buruh’ kantoran lah ya, lumayan ada libur satu hari di hari Kamis, kalau beruntung bisa cuti di Jumat artinya empat hari liburan panjang – lumayan untuk refreshing, jalan-jalan, atau sekedar nonton bersama anak di rumah.

Nah hari ini kebetulan Katya sedang sedikit demam, yang tadinya kami ingin jalna-jalan ke kebun binatang ragunan, akhirnya sepertinya hari ini istirahat dulu di rumah. Kebetulan beberapa saat yang lalu channel di TV membahas tentang kuliner yang salah satunya berhubungan dengan pop corn. Dasarnya anak teknik industri plus kerjaan yang sebagian besar di lingkup sales dan marketing, akhirnya saya agak tertarik untuk tahu, sebetulnya berapa banyak sih potential profit yang dihasilkan oleh usaha pop-corn di Indonesia – yang sebagian besar segmen premiumnya mungkin ada di bioskop-bioskop.

Kita lihat dari sisi sejarahnya dulu ya, biar nambah pengetahuan juga, berdasarkan apa yang ditulis wikipedia.com – awal mulanya pop-corn sebetulnya dari Mexico, dan itu sudah dibuat disana dari 9000 tahun yang lalu (ajegile ya). Nah kemudian di abad 16-an makanan ini mulai dikenal oleh orang-orang Inggris yang datang ke Amerika, mereka belajar dari orang-orang native Amerika disana. Karna potensi bisnisnya, di abad 19 Charles Cretors membuat mesin pembuat pop-corn otomatis yang sampai sekarang prinsipnya masih dipakai di mesin-mesin modern.

Dengan tanya sana sini, browsing kiri kanan, untuk membuat pop-corn (kita ambil contoh yang asin dulu lah ya) yang dibutuhkan sebetulnya hanya jagung, mentega, dan panggangan apapun itu, bisa panci, atau panggangan otomatis. Jagung yang cukup baik di Jakarta harganya sekitar 20.000 IDR per satuan kilogram, mentega mungkin sekitar 2000 IDR untuk satu ons (takaran untuk satu kilogram jagung). Berdasarkan pemaparan beberapa pihak, dengan satu kilogram jagung itu kita dapat menghasilkan sampai 40 wadah pop-corn ukuran besar (standar bioskop) – asumsikan misalnya untuk packaging 40.000 IDR atau sekitar 1000 rupiah per wadah. Dengan demikian biaya pokok produksinya sekitar 62.000 IDR untuk 40 wadah atau sekitar 1.600 IDR per wadah. Yah misalnya dengan ini itu, inflasi, etc, kita buat bulat 2,000 IDR deh per wadah.

Well, melihat harganya di bioskop – atau bahkan harga di abang-abang yang jualan di sekolah-sekolah – kayaknya usaha pop-corn ini salahsatu yang most profitable diantara usaha lain. Rasanya juga enak, light, walaupun kandungan-nya kayaknya gak banyak orang yang tahu. Refer lagi-lagi ke wikipedia, dalam 100 gram pop-corn terkandung 382 kCal energi, 78 gram karbohidrat, 4 gram lemak, plus 12 gram protein.

Well, kebayang gak untungnya Garrett’s yang jual pop-corn nya 75,000 per gelas besar? Nevertheless pasti dari harga pokok itu banyak juga yang mereka invest untuk marketing – yang bikin harganya semakin naik. Ada yang tertarik jualan pop-corn?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s